Upacara Adat Unik Khas Toraja (Mapasilaga Tedong)

Posted by Andi Wawang

Mengadu kerbau (Mapasilaga Tedong). Sebelum diadu, dilakukan parade kerbau. Ada kerbau bule atau albino, ada pula yang memiliki bercak-bercak hitam di punggung yang disebut salepo dan hitam di punggung (lontong boke). Jenis yang terakhir ini harganya paling mahal, sampai ratusan juta. Juga terdapat kerbau jantan yang sudah dikebiri.Puluhan kerbau ini dibariskan di lokasi upacara. Selanjutnya, diarak dan didahului dengan tim pengusung gong, pembawa umbul-umbul, dan sejumlah wanita dari keluarga yang berduka ke lapangan yang berlokasi di rante (pemakaman).

Saat barisan kerbau meninggalkan lokasi, upacara diiringi dengan musik tradisional yang iramanya timbul dari sejumlah wanita menumbuk padi pada sebuah lesung besar dan panjang secara bergantian.

Sebelum adu kerbau dimulai, panitia menyerahkan daging babi yang sudah dibakar, rokok, dan air nira yang sudah difermentasi—disebut tuak, kepada pemandu kerbau dan para tamu.

Setelah semua prosesi dilalui, dilanjutkan dengan adu kerbau di sawah. Adu kerbau diawali dengan kerbau bule.

Mengadu kerbau diselingi dengan prosesi pemotongan kerbau ala Toraja, Ma’tinggoro tedong, yaitu menebas kerbau dengan parang dan hanya dengan sekali tebas.

Kerbau bule (Tedong Bonga), termasuk kelompok kerbau lumpur (Bubalus bubalis) yang merupakan spesies yang hanya terdapat di Toraja. Tidak hanya Mapasilaga Tedong (adu kerbau) , juga Sisemba (mengadu kaki) menjadi ajang tontonan pada acara ini.

Untuk Mendapatkan Buletinnya silahkan Klik disini

{ 0 comments... read them below or add one }

Post a Comment

Saran,kritik, serta masukan anda untuk tulisan diatas sangat diperlukan. Agar kami dapat memberikan yang terbaik bagi pengunjung.

Terimakasih

Admin