Pakan Starter Sapi Potong

Posted by Andi Wawang

Hasil samping tanaman pertanian dan limbah agroindustri telah terbukti sangat sangat bermanfaat dan menunjang kelangsungan system input produksi ternak ruminansia. Permasalahan utama dalam pasok kebutuhan nutrisi adalah terbatasnya level protein, energi, dan mineral yang berasal dari komponen penyusun pakan.
Optimalisasi pakan yang berasal dari biomas local semakin sempurna apabila disuplementasi oleh “Pakan Starter” sebagai imbuhan gizi.

Pakan Starter tersusun dari minimal 5 macam limbah agroindustri sebagai filler, di antaranya: terigu afkir, bungkil biji kapok, tapioca afkir, CGM, Vitapro, tepung gandung, dan mineral mix.

Penggunaannya sebagai imbuhan hanya 10% dari total bahan pakan yang diberikan ke ternak.  Pemberian Pakan Strarter sangat efektif apabila pakan dasar yang diberikan berupa biomas local seperti: jerami padi, jerami kedele, jerami jagung, daun tebu ataupun rerumputan alam.

Biomas ini pemberiannya 90%.  Sehingga kombinasi biomas, dan pakan starter akan menjadi pakan lengkap yang optimal.

Contoh perhitungan :

Patokan pemberian pakan biomas local = 3% bahan kering pakan X berat badan ternak.  Misal: BB ternak 300 kg, maka dibutuhkan 9 kg pakan.  Sebanyak 90% (atau 8,1 kg) dipenuhi dari biomas local.

(Contoh: jerami padi kering, mengandung 85% BK) sebesar 100/75x8,1 kg = 10,8 kg.  Jerami padi kering.  Pakan Starter sebanyak 10% yaitu 100/88x0,9 kg = 1 kg.

Rekomendasi pemberian Pakan Starter untuk sapi potong
Pembibitan = 1 – 1,5 kg/ekor/hari.
Penggemukan = 1 – 2,0 kg/ekor/hari.


Sumber : Loka Penelitian Sapi Potong.  Download File

{ 0 comments... read them below or add one }

Post a Comment

Saran,kritik, serta masukan anda untuk tulisan diatas sangat diperlukan. Agar kami dapat memberikan yang terbaik bagi pengunjung.

Terimakasih

Admin