Cara Pembuatan Kompos

Posted by Andi Wawang

Mohon Maaf yang sebesar-besarnya buat para pengunjung setiap blog ini. Saya baru bisa menyempatkan waktu saya untuk mengepos artikel di bog ini. Saat ini saya lagi sibuk mempersiapkan diri menghadapi ujian akhir sarjana. Makanya, waktu saya banyak tersita di situ.

Posting kali ini saya akan membahas tentang cara membuat kompos. Dimana, pada pembuatan kompos yang disajikan disini adalah hasil penelitian dari kawan saya dimana hasil yang didapatkan cukup baik.

Kompos adalah hasil penguraian parsial/tidak lengkap dari campuran bahan-bahan organik yang dapat dipercepat secara artifisial oleh populasi berbagai macam mikroba dalam kondisi lingkungan yang hangat, lembab, dan aerobik atau anaerobik. Sedangkan pengomposan adalah proses dimana bahan organik mengalami penguraian secara biologis, khususnya oleh mikroba-mikroba yang memanfaatkan bahan organik sebagai sumber energi. Membuat kompos adalah mengatur dan mengontrol proses alami tersebut agar kompos dapat terbentuk lebih cepat. Proses ini meliputi membuat campuran bahan yang seimbang, pemberian air yang cukup, mengaturan aerasi, dan penambahan aktivator pengomposan. (Isroi. 2008).

Bahan Utama yang dibutuhkan untuk membuat kompos ada beberapa macam seperti jerami, pupuk kandang, kotoran hewan, pupuk hijau, sekam, dedak dan serbuk gergaji (Indriani, 2003).

Tahapan Pembuatan Kompos (Yudi Haas, 2007), sebagai berikut :

1. Pembuatan Larutan Isolat Mikroorganisme Campuran.

Komposisi larutan isolate Mikroorganisme pengomposan adalah; larutan EM-4 (5%) + gula pasir (2,5%) + air (92,5%) dicampur secara merata.

2. Pencampuran Bahan Kompos

a. Pembuatan kompos pada perlakuan sebanyak 50 kg dengan komposisi bahan; feses ternak 70% (35 kg), sekam padi 10% (5 kg), dedak 15% (7,5 kg), dan abu gosok 5 % (2,5 kg.

b. Bahan campuran kompos disiram dengan larutan Isolat Mikroorganisme. Pencampuran dilakukan secara perlahan-lahan dan merata hingga kandungan air ± 35%. Kandungan air yang diinginkan di uji dengan menggenggam bahan. Kandungan air ± 35% ditandai dengan tidak meneteskan air bila bahan digenggam dan akan terpecah bila genggaman dilepaskan (Indriani, 2003). Kondisi ini dicapai dengan pencampuran 1500 ml larutan Isolat Mikroorganisme untuk setiap tumpukan bahan sebanyak 50 kg. Dengan Kadar air pada setiap tumpukan satuan percobaan yang diperoleh bervariasi antara 29,65% samapi dengan 36,55%.

c. Bahan yang telah dicampur tersebut diletakkan pada petak papan kayu yang beralaskan karung plastic yang telah disediakan dan ditutup menggunakan terpal plastic, untuk menimbulkan panas sehingga proses pengomposan dapat berlangsung.

d. Suhu tumpukan dipertahankan antara 40 -50oC, suhu dikontrol setiap saat dengan menggunakan thermometer. Apabila suhunya tinggi maka bahan tersebut dibalik, didiamkan sebentar agar suhu turun, lalu ditutup kembali, demikian seterusnya.

e. pH tumpukan dipertahankan 6,5 – 7,5, dimana pH dapat diukur dengan menggunakan pH meter soil tester (model DM-5).

f. Kelembaban tumpukan dipertahankan 40-60%, kelembaban dapat diukur menggunakan soil tester pada pengukuran kelembaban (model DM-5). Jika kelembaban rendah, perlu penambahan air secukupnya. Sebaliknya jika kelembaban tinggi perlu, dibalik tau digemburkan sehingga mengurangi kerapatan tumpukan kompos hingga mencapai kelembaban yang optimal.

g. Proses fermentasi ini berlangsung sekitar 21 hari.

h. Setelah bahan-bahan menjadi kompos, penutu dibuka. Kompos yang baik dicirikan dengan warna hitam, gembur, tidak panas, tidak berbau, remah, dan tidak berjamur.

i. Kemudian hasil akhir dikemas.

Selamat mencoba. Terima kasih

{ 3 comments... read them below or add one }

goceng said...

mantab nich dapat ilmu baru...lumayan buat berkebun...

ULLYL MI'RAJ NIZHAR said...

maaf sebelumnya,,
saya daya dari fakultas peternakan jurusan teknologi hasil ternak. saya terkesimak sama cara-cara pembuatan kompos ka2..
saya mengambil mata kuliah manajemen ternak perah dan di dalam mata kuliahnya tersebut kita di suruh untuk membuat kompos untuk masa depan..,
ada yang saya mau tanyakan sama kaka., bagai mana jika kompos di lakukan dengan menggunakan bahan dari limbah atau sampah..,??
gimana tuh ka'..
makasih atas bLognya.

Andi said...

Terima kasih atas kunjungan dan pertanyaannya. Limbah atau sampah bisa dijadikan bahan pembuatan kompos yang pasti dia berasal dari bahan organik seperti limbah atau sampah tumbuhan dan hewan.

Post a Comment

Saran,kritik, serta masukan anda untuk tulisan diatas sangat diperlukan. Agar kami dapat memberikan yang terbaik bagi pengunjung.

Terimakasih

Admin