Dangke (Keju), Masa Depan Peternak Enrekang

Posted by Andi Wawang


Meskipun relatif murah dari keju pabrikan, namun dangke cukup memberi keuntungan bagi kalangan peternak di Enrekang.  Memproses susu ternak menjadi dangke telah menjadi pilihan mayoritas peternak.  Dengan membuat dangke, nilai rupiah yang tiba di tangan mereka jauh lebih baik dibandingkan nilai yang diperoleh jika produknya dijual dalam bentuk susu cair.  Harga satu liter susu cair hanya berkisar Rp. 2.500, padahal bongkah dangke yang diolah dari 1,5 lier susu cair, kini laris dijual dengan harga Rp. 12.000.



Harga susu cair di Pulau Jawa berkisar Rp. 2.300 per liter.  Di Sinjai ang mempopulerkan susu ternaknya dengan nama Susin (susu Sinjai) malah harganya hanya Rp. 2.000 per lier.  Jika dengan harga seperi iu peernak di Jawa dan Sinjai sudah bias hidup layak, maka logika kita akan membenarkan jika peernak Enrekang dapa hidup sejahtera, lantaran mampu “menaikkan” harga susunya menjadi Rp. 8.000 per liternya.  Kenaikan harga bias dicapai setelah susu iu diproses menjadi dangke.


Sumber : Harian Fajar ( Penulis: Shaifuddin Kadir).
Sumber Image : http://adibfauzan.files.wordpress.com/

{ 0 comments... read them below or add one }

Post a Comment

Saran,kritik, serta masukan anda untuk tulisan diatas sangat diperlukan. Agar kami dapat memberikan yang terbaik bagi pengunjung.

Terimakasih

Admin