Kejadian penyakit Avian Influeza di Sulawesi Selatan

Posted by Andi Wawang

Penyebaran Avian Influenza di Sulawesi selatan diketahui pada awal maret 2004. Wabah tersebut terjadi pada 4 kabupaten yaitu Soppeng, sidrap, maros, dan wajo yang kemudian bertambah lagi menjadi 2 Kabupaten yaitu Pinrang ddan Pare-pare.

Tidak berhenti sampai disitu Avian Influenza terus meluas hingga menjadi 15 Kabupaten/ kota se-Sulawesi Selatan (tahun 2005) yaitu Sidrap, Soppeng, Wajo, Maros, Pinrang, Pare-pare, Sinjai, Tana Toraja, Luwu Timur, Bone, Bantaeng, Bulukumba, Gowa, Luwu dan Takalar. Avian Influenza kembali muncul pada maret 2006 di Kabupaten Gowa dan takalar, yang kemudian bulan Mei 2006 positif didiagnosa dengan PCR pada Balai Besar Veteriner Maros yaitu Kota Makassar.
Dari bulan Maret 2005 sampai Mei 2006 tercatat 16 Kabupaten/Kota (dari 23 Kabupaten/Kota) di Sulawesi Selatan tertular penyakit Avian Influenza yang kemudian ke 16 Kabupaten/Kota tersebut dinyatakan sebagai daerah tertular dan menjadi prioritas penanggulangan, sedangkan daerah-daerah di luar Kabupaten/Kota tersebut merupakan daerah terancam yang patut diwaspadai (Daud, 2006).
Dari data Kesmavet Klik disini, jumlah populasi unggas di Sulawesi Selatan sampai September tahun 2006 sebanyak 21.150.223 ekor dari 21.183.006 pada akhir tahun 2005, terjadi penurunan populasi sebanyak 580.730 ekor akibat penyakit Avian Influenza yang menyerang beberapa Kabupaten dan Kota.

{ 0 comments... read them below or add one }

Post a Comment

Saran,kritik, serta masukan anda untuk tulisan diatas sangat diperlukan. Agar kami dapat memberikan yang terbaik bagi pengunjung.

Terimakasih

Admin