Rusa Timor

Posted by Andi Wawang

Menurut Drajat (2002), rusa Timor (Cervus timorensis) dapat diklasifikasikan sebagai berikut:
 Filum                      : Vertebrata
Sub Filum                : Chordata
Class                       : Mammalia
Ordo                       : Artiodactyla
Familia                    : Cervidae
Genus                     : Cervus
Species                   : Cervus timorensis
Sub species             : Cervus timorensis russa
Karakteristik
Rusa Timor (cervus timorensis), memiliki bulu coklat dengan warna bagian bawah perut dan ekor berwarna putih.  Hewan jantan relatif lebih besar dibandingkan dengan betinanya.  Tinggi badannya antara 91-102 cm dengan berat badan 103-155 kg, lebih kecil bila dibandingkan rusa Sambar (cervus unicolor).  Rusa jantan mempunyai tanduk bercabang.  Tanduk akan tumbuh pertama kali pada anak jantan umur 8 bulan.  Setelah dewasa, ranggah menjadi sempurna yang ditandai dengan terdapatnya 3 ujung runcing (Drajat, 2002)
Penyebaran
Rusa timor (Cervus timorensis) tersebar alami hampir di seluruh kepulauan Indonesia kecuali di Sumatera, Kalimantan, dan Irian Jaya.  Namun kemudian dimasukkan ke pulau-pulau tersebut yaitu pada tahun 1680 (Kalimantan), tahun 1855 (Pulau Aru),.  Oleh Karena rusa mampu beradaptasi dengan baik, maka dapat berkembang biak di tempat barunya tersebut (Anonim, 2007).
Rusa timor (Cervus timorensis) tidak ditemukan secara endemik di luar Indonesia, namun telah dimasukkan dalam jumlah yang besar ke New Zaeland, Australia, dan W. Indian Ocean Is (Anonim, 2007).
Menurut Semiadi (2002), dominasi rusa tropik Indonesia adalah Rusa timor (Cervus timorensis), dengan sebaran yang sangat luas dari bagian barat hingga timur Indonesia.

{ 0 comments... read them below or add one }

Post a Comment

Saran,kritik, serta masukan anda untuk tulisan diatas sangat diperlukan. Agar kami dapat memberikan yang terbaik bagi pengunjung.

Terimakasih

Admin