Rusa Sambar

Posted by Andi Wawang

 
Taksonomi

Rusa Sambar (Cervus unicolor) di klasifikasikan dalam kindom sebagai berikut:

Filum           : Kordata
Subfilum      : Vertebrata
Kelas          : Mammalia
Ordo           : Artiodactyla
Sub Ordo    : Ruminansia
Famili           : Cervidae
Genus          : Cervus
Spesies        : Cervus unicolor
Sub Spesies : Cervus unicolor

Karakteristik

Secara Karakteristik rusa sambar (Cervus unicolor) termasuk golongan ruminansia yang mempunyai tingkah laku jelas berbeda dengan ruminansia lain, yaitu mempunyai ketajaman pendengaran, penciuman, kecepatan melompat dan berlari cukup tinggi. Pada umur dewasa berbadan besar, tungkai panjang, hidung gelap dan suara khas melengking nyaring. Umumnya berwarna hitam kecoklat-coklatan dan cenderung coklat ke abu-abuan atau ke merah-merahan, warna gelap sepanjang bagian atas. Bobot rusa samba dewasa (10-12 bulan), betina berkisar 80-90 kg sedangkan yang jantan antara 90-125 kg. Panjang badan berkisar 1,5 m dan tinggi badan 1,4 – 1,6 m. Bobot lahir 3-4 kg. Perkawinan alami secara umum berkisar antara bulan juli sampai September, masa bunting lebih kurang 235 hari atau 7-8 bulan dan Calving Internal 10-12 bulan. Pada saat akan melahirkan rusa selalu mencari tempat yang aman seperti semak-semak. Anak akan bersembunyi selama 1-2 minggu, kemudian bergabung dengan kelompok. Anak yang lahir dengan mendapat perlakuan akan menunjukkan sifat yang lebih jinak. Pertumbuhan tanduk hanya pada rusa jantan, tumbuh pada umur 14 bulan. Tanduk pertama hanya berbentuk lurus dan akan bercabang pada tumbuh tanduk berikutnya. Tanduk akan lepas pada umur 10-12 bulan setelah tumbuh, selanjutnya akan tumbuh kembali (Dit. Budidaya Ternak Non Ruminansia)

Penyebaran

Rusa Sambar terdapat di Indonesia (Mataram), India, Asia tenggara. Rusa sambar tinggal dihutan Tropika panas dan hutan sub tropika, dengan ketinggian 2.600 meter di atas permukaan laut (dpl).

Pada Posting berikutnya saya akan informasikan tentang Rusa timor, Rusa bawean, dan Kijang/Muncak.  Nantikan Informasinya.   

Sumber : Suriatno Daud,S.Pt (Potensi Pengembangan Rusa Di Indonesia Sebagai Penghasil Daging).

{ 0 comments... read them below or add one }

Post a Comment

Saran,kritik, serta masukan anda untuk tulisan diatas sangat diperlukan. Agar kami dapat memberikan yang terbaik bagi pengunjung.

Terimakasih

Admin