Dimulai dari pagi yang cerah

Posted by Andi Wawang

Dimulai dari pagi yang cerah. Saat mata telah melihat dunia. Semuanya tampak begitu indah, Semuanya tampak begitu bersih, Semuanya tampak begitu segar, Semuanya tampak begitu ceria, Semuanya tampak begitu bahagia, Semuanya tampak begitu.

Pagi di Bumi, kokokan ayam menyambut pagi. Semuanya bersemangat bergegas untuk memulai hari yang baru.

Terbangun dengan segala hal yang murni. Entah apa yang akan terjadi hari ini. Saya tak ada niat yang buruk di pagi hari. Betapa berdosanya aku jika telah memulainya dengan niat itu.

Mungkin semua manusia tak ada yang berniat seperti itu. Karna embun telah memperingatkan kita bahwa pagi adalah kemurnian dari langkah awal kita menuju hal-hal yang akan kita tentukan sendiri.

Ini bukan puisi, walaupun anda ingin membacanya dengan gaya berpuisi. Itu sah-sah saja dan tak ada larangan. Siapa yang ingin melarang Anda? tentu saya tak akan merang anda terserah anda saja. Semau andalah.

Tuhan melahirkan kita ke dunia seperti halnya pagi. Bersih putih dan semuanya tampak begitu.

Niat baik dan buruk kita yang lahirkan. Melangkahkan kaki terserah tanpa ada larangan. Batasan-batasan dan peringatan tetap ada. Semuanya tau hal itu.

Pagi siang dan malam  akan bercerita tentang Anda di hari kemudian.  Semuanya terekam tanpa ada yang terlewati.

{ 0 comments... read them below or add one }

Post a Comment

Saran,kritik, serta masukan anda untuk tulisan diatas sangat diperlukan. Agar kami dapat memberikan yang terbaik bagi pengunjung.

Terimakasih

Admin