Waspada Daging Glonggongan

Posted by Andi Wawang


Akhir-akhir ini sering saya dengarkan beberapa pemberitaan media cetak dan elektronik tentang daging sapi glonggongan. Menjelang Lembaran, biasanya permintaan Daging meningkat. Mungkin ini yang menjadi alasan buat para Pedagang jail untuk meraup keuntungan yang lebih besar dengan menghadirkan daging sapi glonggongan. Sebelum anda tertipu dengan ulah pedagang jail tentang produk daging glonggongan ada baiknya anda membaca hingga akhir artikel ini.


Mengenal Daging Sapi Glonggong

Daging Sapi Glonggong adalah produk daging sapi yang telah rusak, karna telah mendapatkan perlakuan yang tidak wajar pada saat sebelum penyembelihan. Perlakuan yang biasa dilakukan oleh Pelaku sapi glonggong adalah dengan memberikan minuman secara berlebihan ke sapi dengan cara memasukkan selang secara paksa ke dalam moncong dari sapi dan diikat dengan kuat agar tidak terlepas. Selanjutnya dialirkan air masuk ke Moncong sapi hinggah dirasa telah penuh, dan perlakuan tambahan yang biasa mereka lakukan adalah dengan mengangkat kaki sapi lebih tinggi dari kaki belakang agar air dapat masuk secara maksimal. Adapun proses yang dihasilkan dengan perlakuan tersebut ada yang mengatakan bahwa Sapi tersebut bertambah tambun dan ada juga yang mengatakan bahwa dengan perlakuan tersebut sapi bisa saja mati. Astagfirullah… Setelah perlakuan tersebut sapi didiamkan selama 6 jam sebelum disembelih. Produk daging sapi yang dihasilkan biasanya bertambah 3 ons (Sumber : http://www.kabarindonesia.com) dari bobot normalnya.

Ciri-ciri daging sapi glonggongan

Adapun ciri-ciri dari sapi glonggongan (Sumber : http://ratnarespati.com), sebagai berikut:

• Tekstur daging : lembek,
• Kadar air : sangat banyak. Apabila ditekan akan mengeluarkan air.
• Warna : merah pucat,
• Daya tahan : Kurang
• Di jual dengan cara diletakkan dalam baskom atau ember,
• Harga jual biasanya lebih murah.
• Pada saat dimasak, daging akan menyusut hingga 50%.

Tips memilih daging yang baik

Adapun tips memilih daging yang baik dipasaran, sebagai berikut ;
• Tekstur daging : Kenyal, kesat
• Warna : merah terang dan lemaknya berwarna kekuningan
• Pilih daging yang di jual dengan cara digantung.

Tak ada yang bisa menjamin praktik sapi glonggongan akan berhenti. Jadi waspadalah dalam memilih daging dipasaran.

{ 1 comments... read them below or add one }

http://sarden-kita.blogspot.com said...

Tidak hanya ayam dan sapi yang di glonggong ikanpun juga :'( *Baru tahu
Lihat: https://www.facebook.com/video.php?v=1548527855382194

(Nb.Buka dulu facebooknya)

Post a Comment

Saran,kritik, serta masukan anda untuk tulisan diatas sangat diperlukan. Agar kami dapat memberikan yang terbaik bagi pengunjung.

Terimakasih

Admin