Kerbau Belang & Rambu Solo

Posted by Andi Wawang

Kerbau belang (Bubalus bubalis) merupakan hewan-ternak yang sangat penting dan sangat dibutuhkan oleh masyarakat Toraja pada Upacara kematian Rambu Solo. Perkembangbiakan di Tana Toraja makin sulit karena kerbau belang jantan cenderung dijaga dan diisolasi, tidak dicampur dengan kerbau betina, karena berharga mahal. Harga kerbau belang jantan berkisar Rp.15 juta sampai Rp. 40 juta.
Kerbau belang jantan merupakan kerbau potong persembahan dalam upacara adat pemakaman masyarakat Tana toraja. Ada kepercayaan, semakin bagus kerbau belang dan semakin banyak dipotong, akan semakin baik dan aman kehidupan orang yang meninggal di akhirat.
Upacara kematian Rambu Solo ini menghabiskan dana/biaya yang bukan main banyaknya ( ratusan juta sampai milyaran rupiah ). Dana sebanyak itu untuk membangun rumah-rumah sementara dari bambu di tanah lapang yang sangat luas sekali untuk ratusan bahkan ribuan tamu yang diundang dari berbagi strata sosial, wisatawan asing maupun lokal yang akan datang melayat/menghadiri upacara kematian ini dan yang paling utama dari upacara ini adalah biaya pembelian kerbau-kerbau yang harganya sangat mahal sekali! ( siapa yanmg mampu membeli dan memotong kerbau paling banyak nama keluarganya akan terangkat tinggi sekali di mata masyaratnya ), harga satu ekor kerbau bisa mencapai seratus juta rupiah dan biasanya keluarganya membeli lebih dari seratus ekor kerbau.

Jadi barang siapa yang dapat mempersembahkan banyak kerbau dalam sebuah upacara kematian maka nama keluarganya akan terangkat tinggi sekali didalam masyarakat dan akan sangat dihargai juga disegani. Jadi selain karena adat masyarakat Toraja juga beranggapan bahwa pengurbanan kerbau-kerbau ini merupakan persaingan status sosial dalam masyarakat, Juga nama besar yang terelu-elukan akan mereka dapat, mereka juga mengaggap bahwa dengan banyaknya kerbau yang mereka persembahkan akan cepat mengantarkan roh si mati menuju nirwana ( konon arwah si mati menunggangi kerbau – kerbau suci tersebut ). Kerbau - kerbau ini nantinya dipotong/disembelih lalu dagingnya dibagi-bagikan kepada ratusan masyarakat yang datang pada upacara ini, pembagian daging ini juga sesuai dengan dengan kelas sosial si pelayat dalam masyarakat, jadi daging yang dibagi-bagikan kepada pelayat juga berbeda jumlah dan kualitasnya sesuai kelas/strata sosial seseorang, maksudnya ialah kelas orang terpandang mendapatkan daging yang banyak dengan kualitas daging terbaik dan kelas strata bawah hanya mendapat daging sedikit dan dengan kualitas biasa saja.

Intinya adalah hanya orang-orang berduit banyak saja yang dapat melakukan upacara Rambu Solo yang sangat erat dengan simbol kerbau yang terkenal di tanah Toraja ini. (Sumber:Johny Harry Isabela Patty).

{ 0 comments... read them below or add one }

Post a Comment

Saran,kritik, serta masukan anda untuk tulisan diatas sangat diperlukan. Agar kami dapat memberikan yang terbaik bagi pengunjung.

Terimakasih

Admin