FORCE MOULTING (Gugur Bulu Paksa)

Posted by Andi Wawang

1. Pengertian Force Moulting

Force Moulting merupakan proses gugur bulu secara paksa yang dilakukan pada ternak unggas. Ini dilakukan dengan cara memanipulasi pemberian pakan, minum, pemberian cahaya, dan pemberian zat tertentu. Force moulting dilakukan dengan maksud mendapatkan produksi telur pada siklus berikutnya menjadi semakin baik. Selain itu dapat meningkatkan produksi telur serta dapat memperpanjang masa bertelur hingga tingkat ekonomi tertentu.

2. Metode Force Moulting

Ayam yang sudah berhenti bertelur jangan langsung diafkir, karma masih bisa di perbaiki dan dipelihara lagi sebagai ayam petelur yang produktif. Menurut Budi Pratomo (1987), Cara force moulting berdasarkan 3 metode pokok, yaitu meniadakan air minum, makanan dan membatasi sinar matahari. Ketiga metode tersebut adalah :

a. Metode konvensional

Metode ini sederhana, tetapi bila dilakukan secara baik hasilnya cukup memuaskan. Tahap-tahap metode ini adalah : hari pertama dan kedua ayam tidak diberi makan dan minum sama sekali, sedang sinar matahari diberikan 8 jam/hari. Hari keempat dipuaskan. Hari kelima seperti pada hari ketiga. Hari keenam sama dengan hari ketiga, hari kedelapan sama dengan hari keempat, sampai pada akhir hari kesembilan air diberikan secara bebas. Pada permulaan hari ke 10-60 ayam diberi minum bebas, sedang makanan 75% dari kebuthannya. Hari ke 61 diberi makanan dan minum secara utuh dan sinar matahari selama 15-16 jam/hari. Dua minggu sesudah itu ayam akan remaja kembali dan siap berproduksi.

b. Metode California

Metode ini dikenal juga dengan metode “Milo” karena pada metode ini ayam hanya diberi milo (gandum) atau tepung jagung saja dalam waktu yang lama. Peremajaan ini cocok diterapkan di daerah tropis, dengan langkah-langkah sebagai berikut : hari 1-35 ayam diberikan makanan lengkap sesuai dengan kebutuhannya dan sinar matahari dibatasi 8 jam/hari. Hari ke 36-39 ayam dipuasakan dan sinar matahari 8 jam/hari. Hari ke 40-60 diberi gandum atau jagung sebanyak-banyaknya, sedang sinar matahari diberikan tetap 8 jam/hari. Hari ke 61-68 diberi makan secara utuh (ransum ayam petelur), minum, sebanyak-banyaknya dan sinar matahari 14-16 jam/hari. Sesudah 2 minggu ayam dari perlakuan tersebut akan kembali remaja dan siap berproduksi.

c. Metode Macxindos

Ini merupakan kombinasi dari kedua cara diatas, dimana pada metode ini ransum dan air minum yang diberikan dibatasi dan dalam ransumnya diberikan daun lamtoro kering. Cara-caranya : hari ke 1 dan 2 ayam dipuasakan. Hari ketiga ayam hanya diberi minum. Hari ke 4-6 dipuasakan. Hari ke 7-10 sama dengan hari ketiga. Hari 11-25 ayam diberi minum secara bebas dengan makanan lengkap (ransum ayam petelur) 50% dari kebutuhan makanannya, dicampur dengan 20% daun lamtoro kering. Hari ke 26 dan seterusnya diberi ransum lengkap dan minum secara bebas. Sesudah 6 minggu mengalami perlakuan sepertidiatas, ayam akan remaja kembali dan siap berproduksi lagi. Dari ketiga metode diatas, metode ketiga yang paling cocok diterapkan di daerah tropis dan sudah banyak yang berhasil. Hanya yang perlu diperhatikan adalah stress yang sering terjadi pada ayam, karena dalam membatasi makan dan minum yang terlalu lama. Dengan meremajakan ayam tua, setidaknya dapat menekan kerugian ekonomi yang ditimbulkan akibat afkir ayam.

3. Kesimpulan
  1. Moulting adalah proses fisiologis yang ditandai dengan rontoknya bulu dan tumbuhnya bulu baru yang terjadi pada unggas.
  2. Force Moulting adalah manipulasi keadaan lingkungan seperti pakan, minum, cahaya atau pemberian zat kimia tertentu.
  3. Force Moulting dapat dilakukan dengan 3 (tiga) cara antara lain : Metode konvensional, Metode California, dan Metode Macxindos.
  4. Dari ketiga metode force moulting yang paling cocok digunakan di daerah tropis adalah Metode Macxindos dengan hasil yang cukup baik.

{ 8 comments... read them below or add one }

suwung said...

wah itu bukan penyiksaan?

Andi said...

Makasih mas suwung atas komentarnya.
Kelihatannya sih menyiksa ayam mas.
Tapi tidak sampai membunuh ayam kok mas.

Adapun hasil yang diberikan dengan perlakuan tersebut diatas, ini sangat membantu peternak.

Silahkan dicoba.

CENTRAL UNGGAS FARM said...

artikel yang bagus...

Lisan Abadi said...

Makasih artikelnya, ini udah aku mulai encoba bang, moga-moga berhasil

Unknown said...
This comment has been removed by the author.
Agus Nawan Singh said...

Wah lumayan nambah referensi untuk uas......

Agus Nawan Singh said...

Wah lumayan nambah referensi untuk uas......

Agus Nawan Singh said...

Wah lumayan nambah referensi untuk uas......

Post a Comment

Saran,kritik, serta masukan anda untuk tulisan diatas sangat diperlukan. Agar kami dapat memberikan yang terbaik bagi pengunjung.

Terimakasih

Admin