Menarik sangat menarik kata ku, setelah membaca artikel dengan judul Peternakan Ayam Tanpa Limbah, Seperti Apa? dari online Poultry Indonesia. Mengapa? Sesuai data yang dikemukakan dalam artikel tersebut bahwa ayam petelur dan broiler di Indonesia yang masing-masing sekitar 85 juta ekor dan 917 ekor menghasilkan ekskreta feces dan urin sebanyak 63.964 ribu ton perhari. Sementara ternak ruminansia seperti sapi potong, sapi perah, kerbau, kuda, kambing dan domba menghasilkan kotoran tidak kurang dari 53.53 juta ton per tahun.
Showing posts with label Peternakan Terpadu. Show all posts
Showing posts with label Peternakan Terpadu. Show all posts
Home » Posts filed under Peternakan Terpadu
Peternakan Ayam Tanpa Limbah, Seperti Apa?
Posted by Andi
Labels:
ayam,
Peternakan Terpadu,
Unggas
Sumber Bibit Sapi Potong Lokal di Indonesia
Posted by Andi
![]() |
| Sumber Bibit Sapi Potong Lokal di Indonesia |
Bibit Sapi Potong Lokal tersebar di18 Propinsi di Indonesia. Yang terdiri dari Sapi Bali, Sapi PO, Sapi Madura, Sapi Aceh, Sapi Pesisir, dan Sapi SO.
Sapi Bali tersebar di 11 propinsi yaitu Sumatera Selatan, Lampung, Bali, NTT, NTB, Sulawesi selatan, Sulawesi Utara, Sulawesi barat, Kalimantan selatan, Sulawesi Tenggara, dan Gorontalo.
Sapi Po tersebar di 8 propinsi yaitu Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Lampung, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sulawesi tengah, Gorontalo, dan Sulawesi Utara.
Sapi Aceh, hanya terdapat di Propinsi Aceh, Sapi Madura hanya terdapat pula di Madura, Sapi Pesisir terdapat banyak di Sumatera barat, sedangkan Sapi SO banyak dibudidayakan Di NTT.
Sumber : http://www.ditjennak.go.id/peta%20sapi/01_Peta_Nas.pdf
Kandang Sapi Penggemukan di Mangara Bombang Takalar Mulai Produksi
Posted by Andi
Laporan: Thamzil Thahir
Perusahaan kandang penggemukan dan penyembelihan sapi di Desa Bontomanai Kecamatan Mangara Bombang, Takalar, yang diklaim pertama di Sulawesi-Selatan, mulai berproduksi dan memasarkan daging sapi Bali dan lokal.
More about → Kandang Sapi Penggemukan di Mangara Bombang Takalar Mulai Produksi
Hal ini dikemukakan penmggagas usaha ini Muhammad Nur Taqwim yang mengelola PT Tata Hidup Cemerlang (THC), di Jl. Habibu Kulle, Sungguminasa, Gowa.
"Selama ini, sulit menemukan daging yang renyah. Makanya kami taktisi dengan memanfaatkan alat pemotongan yang lebih baik," katanya dalam pesan singkat yang dikirim melalui situs jejaring sosial facebook Tribun-Timur, Kamis (14/10/2010).
"Selama ini, sulit menemukan daging yang renyah. Makanya kami taktisi dengan memanfaatkan alat pemotongan yang lebih baik," katanya dalam pesan singkat yang dikirim melalui situs jejaring sosial facebook Tribun-Timur, Kamis (14/10/2010).
